Lemak yang menimbun di sekitar perut, selain merusak penampilan, juga
berbahaya bagi kesehatan. Jika dibiarkan berlarut-larut, lemak di sekitar
perut menghasilkan senyawa yang dapat merusak jaringan organ tubuh serta
dapat meningkatkan risiko gangguan jantung.
Sebuah riset yang dilakukan para peneliti di *University of
Pennsylvania*membuktikan bahwa pemilik perut yang bebas lemak memiliki
risiko gangguan
jantung lebih kecil 72% dan serangan stroke hanya 41%, dibandingkan pemilik
perut yang berlemak. Di Amerika, untuk menghilangkan lemak di daerah perut,
banyak orang yang melakukan terapi suntik *Human Growth Hormon *(HGH). Namun
selain sangat menyakitkan, biaya terapi suntik ini juga sangat mahal.
Kondisi inilah yang mendorong para ahli dari universitas tersebut mencari
cara alternatif membebaskan seseorang dari lemak di sekitar perut. Caranya
cukup mudah, namun lebih integratif.
Lakukan latihan beban ringan, setidaknya 1 jam setiap minggu. Cara ini
terbukti dapat membantu Anda menurunkan berat badan sebanyak 10 kg selama 6
bulan. Dengan cara ini, lemak di sekitar perut pun ikut terbakar.
Lebih baik *ngemil popcorn*. Makanan ini terbukti memiliki kandungan kalori
sangat rendah. Satu *cup popcorn* hanya mengandung 30 mg kalori, jika
diproses tanpa menggunakan mentega.
Bersahabat dengan wine. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli di
University of Buffalo menunjukkan bahwa orang yang minum wine setiap hari,
memiliki perut yang lebih sedikit dibandingkan orang yang tidak minum wine.
Jumlah yang dianjurkan adalah 120 ml setiap hari. Wine dalam dosis ini
diketahui merangsang sel-sel tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin,
sehingga mencegah gula darah menjadi lemak yang disimpan di sekitar perut.
Campur karbohidrat dengan protein. Dala buku "The Cortisol Connection",
seorang pakar gizi, Shawn Talbott Ph.D menyarankan agar anda memasukkan
beberapa ons protein setiap kali mengkonsumsi karbohidrat. Cara ini sangat
ampuh untuk mengurangi produksi kortisol dalam tubuh sehingga proses
penyimpanan lemak di sekitar perut dapat diminimalkan.
Berhentilah menghitung kalori dan tak perlu menjadi obsesif. Sseorang yang
terlalu mencemaskan berat badan ternyata memiliki kadar kortisol lebih
tinggi dibandingkan orang yang tidak terlalu mempermasalahkan berat
badannya. Kortisol terbukti dapat menstimulir tumpukan lemak dalam perut
sehingga meningkatkan nafsu makan dan memperlambat metabolisme tubuh.
7 Rahasia Tentang Lemak
Apa sajakah rahasia mengenai lemak yang perlu Anda ketahui?
*1. Sel lemak bisa membengkak sampai 6 kali ukuran semula*
Ketika Anda lebih sering menambah kalori ketimbang membakarnya, sel lemak
tubuh Anda membengkak kurang lebih 6 kali lebih besar dari ukuran minimumnya
dan mulai pula bermultiplikasi dari 40 milliar sampai 100 miliiar pada orang
dewasa. Setiap orang tentunya memiliki sel lemak. Lemak bahkan ada dan
terbentuk sebelum seseorang dilahirkan. Ketika manusia mencapai umur 16
tahun, sel lemak pada tubuh akan menjadi dewasa, dan gen serta gaya hidup
akan memainkan peran menaikan dan menurunkan berat badan seiring
bertambahnya usia.
Sel lemak sangat kritikal untuk bertahan hidup dan membantu tubuh mengatur
dan menyimpan sistem energi. Lemak yang belum terpakai akan tersimpan untuk
pemakaian kemudian. Mangkanya jika Anda makan makanan berkalori tinggi
setiap hari dan tidak membakar kalori tersebut sama sekali, sel lemak Anda
akan membengkak dan bermultiplikasi dan berakhir dengan kegemukan.
*2. Hubungan lemak dan estrogen*
Punya tumpukan lemak dalam tubuh ternyata dapat merusak keseimbangan hormon
yang menuntun kepada penyakit dan resiko kesehatan lain. Hormon estrogen,
adalah hormon penyimpan lemak yang tentunya ada pada wanita. Para pria juga
memiliki walau sangat sedikit. Uniknya ketika seorang pria menjadi gemuk,
hormon ini akan meningkat levelnya pada pria dan masalahpun timbul. Hormon
ini pada pria dapat membantu kesehatan otak terutama memori dan melindungi
jantung. Namun ketika bertambah banyak maka akan terjadi kelelahan pada
pria, kehilangan massa otot, kemampuan seksual yang menurun dan efek buruk
lainnya. Hormon estrogen yang berlebihan pada pria akibat kelebihan berat
badan memang tidak baik.
*3. Kalau berat Anda turun, sel lemak mengerut bukan menghilang*
Memiliki 100 milliar sel pada tubuh karena naik berat badan memang terdengar
mengerikan. Tapi ternyata Anda tetap bisa kehilangan berat badan walau
sel-sel lemak telah membengkak bahkan bermultiplikasi. Ketika Anda
kehilangan berat badan, sel lemak Anda akan mengerut. Jumlahnya akan
berkurang sedikit demi sedikit, sel-sel itu akan menjadi kurang aktif secara
metabolisme namun tetap di tubuh Anda, menunggu Anda makan banyak supaya
bisa berkembang lagi. Ini artinya lebih baik Anda terus mempertahankan berat
badan normal daripada diet habis untuk kurus. Mereka yang dulunya kurus dan
menjadi normal lebih mudah mempertahankan berat badan normal ketimbang
mereka yang sempat gemuk dan menjadi normal. Biasanya orang tipe ini sangat
mudah menjadi gemuk lagi.
*4. Jaringan lemak membuat peradangan*
Selain tidak enak rasanya menjadi gemuk, ada pula komplikasi internal yang
terjadi dengan penimbunan lemak. Jaringan lemak menarik sistem sel yang
menyebabkan peradangan pada tubuh. Jadi kalau Anda bertambah gemuk, tubuh
Anda akan memproduksi sebuah respon imunitas yang serupa dengan jika tubuh
Anda kena flu atau luka.
Peradangan bertujuan memerangi infeksi. Karena itu tubuh mencari ekstra
kalori yang Anda konsumsi sebagai penyerangan terhadap tubuh. Namun jangan
kuatir. Sebuah studi menunjukkan menurunkan total berat badan Anda sampai
minimal 10% (jika Anda kegemukan) dapat membantu meningkatkan kesehatan dan
membatasi respon imunitas tubuh yang dijelaskan di atas.
*5. Lemak perut ternyata lebih jahat ketimbang yang lain*
Bagi pria, lemak akan langsung pertama tertuju pada perut. Jika Anda wanita
dan punya banyak lemak juga di perut, maka Anda harus hati-hati. Lemak pada
perut ini membuat tekanan darah tinggi dan meningkatkan kadar gula. Lemak
pada perut tersimpan lebih jauh ke dalam ketimbang yang ada pada pinggang
atau paha yang langsung di bawah kulit.
Lemak perut juga lebih aktif secara metabolisme daripada lemak di bagian
lain. Mereka mengeluarkan asam yang dapat menyebabkan diabetes, sakit
jantung, stroke, penyakit hati dan bahkan kanker. Karena itu, berolahragalah
secara teratur pada seluruh bagian tubuh karena kabar bagusnya berkata bahwa
lemak di perut adalah salah satu bagian yang paling cepat hilang jika rajin
olahraga.
*6. Bahayanya jika Anda tak mengkonsumsi lemak sama sekali*
Kalau Anda sampai pada titik ekstrim dan tidak mengkonsumsi lemak sama
sekali, Anda akan memperpendek sistem natural perjalanan vitamin ke seluruh
tubuh.
Seperti yang sudah disinggung di atas, lemak sebenarnya penting untuk
mempertahankan proses naturan tubuh seperti penyerapan vitamin dan produksi
energi. Tanpa vitamin itu, tubuh tidak dapat menyerap kalsium dengan baik,
produksi hormon bisa terpengaruh secara negatif dan darah tidak bisa beredar
dengan baik.
Kurangnya lemak yang berpengaruh pada peredaran vitamin ini bisa membuat
rabun ayam, anemia bahkan pendarahan dalam. Jika tubuh tidak bisa menyerap
kalsium dengan baik, maka tulangpun ikut kena imbasnya. Lemak tak jenuh
memang sangat baik untuk menurunkan kolesterol jahat tubuh.
*7. Lemak kalori berkisar 30% dari total konsumsi kalori perhari*
berlebihan. Dari 100% kalori yang kita terima perhari, 30% harus dari lemak.
Tapi ingat bahwa lemak mengandung kalori dua kali lebih banyak dari yang ada
pada karbohidrat atau protein. Dan ingat juga ada lemak yang sehat dan ada
yang tidak sehat. Karena itu, jadilah sahabat lemak dalam kadar normal.
No comments:
Post a Comment