Wednesday, December 26, 2007
apa yang kita sombongkan?
Wednesday, December 12, 2007
kemiskinan struktural
Kemiskinan struktural...
Kata-kata ini sudah berkali-kali terucap dari mulut Edwin. Berkali-kali, sampai aku terkadang bosan dan muak. Tetapi, itulah faktanya. Tidak semua orang bisa makan tiga kali sehari seperti keharusan manusia yang kehidupannya normal. Tidak semua orang bisa beli pulsa, walaupun ini tidak selalu sebuah hal yang patut diperjuangkan. Di Indonesia ini, sebagian besar masyarakatnya tiap hari sering memusingkan urusan perut dan kelangsungan hidup karena memang tidak ada jaminan hidup buat mereka.
Aku dan teman-teman mahasiswa yang lain bukanlah sekelompok orang yang beruntung. Kami adalah sekelompok orang yang sangat sangat sangat sangat beruntung! Benar, sangat sangat beruntung karena dalam kondisi masyarakat seperti ini setidaknya setiap hari tidak dipusingkan dengan masalah makan gak makan. Beruntung karena masih bisa menerima pengajaran dan pendidikan dengan demikian bagus. Dan bodohnya, sebagian besar dari kami sering mengeluhkan urusan kuliah. Malas lah, suntuk lah, lelah lah. Lupa kalau di luar sana masih ada yang makan nasi aking.
Orang-orang yang kurang kuat imannya, langsung menghakimi Tuhan sebagai penyebab semua ini. Salah satu temanku bahkan bertanya: “Tuhan tahu kalau orang miskin itu bisa bahagia dengan makan tiga kali sehari, tapi kenapa Tuhan sering gak kasi orang itu makan? Gw gak ngerti hal itu.” Well, pikiran manusia memang terlalu bodoh untuk menganalisa fenomena seperti itu. Karena tidak tahu lagi harus berbuat apa, hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah menyalahkan Tuhan. Jadi, pantaskah Tuhan dipersalahkan?
Coba kita berpikir bodoh. Kalau Tuhan mau semua manusia bahagia, kenapa ada orang miskin, dan ada orang kaya? Kalau Tuhan mau setiap manusia menuruti kehendakNya, kenapa ada perampok, pembunuh, koruptor, dan pelacur? Inti pertanyaannya, kenapa Tuhan tidak membentuk manusia sesuai dengan apa yang Dia mau? Toh, itu akan membuat kehidupan manusia lebih baik kan? Sederhana bukan?
Sekarang, mari kita berpikir pintar dengan menggunakan rasio dan iman kita secara bersamaan. Pertanyaan pertama, siapa yang menciptakan kita? Jawabannya, Tuhan. Kalau kita merasa diri kita pintar, maka yang menciptakan tentu jauh lebih pintar. Kalau kita merasa bodoh, yang menciptakan tetap lebih pintar. Jadi, bisakah kita menghakimi kejadian yang terjadi di sekitar kita seolah-olah kita sedang melihat dari kacamata Tuhan? Coba ingat kembali cerita seorang cucu yang sedang menemani neneknya menenun.
Si cucu yang masih kecil itu mengamati hasil tenunan neneknya dari bawah. Dari bawah, yang terlihat hanyalah kumpulan benang yang saling silang tidak keruan. Sekilas terlihat seperti benang kusut. Si cucu heran melihat neneknya yang begitu tekun mengerjakan tenunan itu. Setelah ditunggu selama beberapa jam, hasil yang dilihat si cucu tetap buruk dan tidak ada sisi keindahan di dalamnya. Karena tidak sabar, si cucu bertanya, “Nek, sebetulnya apa sih yang Nenek kerjakan dari tadi?”
“Nenek sedang menenun sebuah gambar yang indah. Kamu pasti akan takjub melihatnya..” jawab si nenek sambil tersenyum.
“Mana indahnya, Nek? Dari tadi aku amati, yang Nenek kerjakan hanyalah sekumpulan benang kusut. Tidak ada indah-indahnya, Nek!” protes si cucu.
“Jika kamu mau menunggu sedikit lagi, Nenek akan menunjukkan sebuah gambar yang indah..”
Si nenek menepati janjinya. Beberapa saat kemudian, ia menurunkan tenunannya sehingga cucunya bisa melihat gambar tenunan itu dengan jelas. Ternyata benar, nenek telah menenun sebuah gambar yang indah. Sebuah pemandangan dari padang rumput yang mengagumkan. Si cucu hanya bisa terpana tanpa kata-kata menatapnya. Ia tidak percaya kalau benang kusut yang ia lihat ternyata adalah sebuah gambar yang sangat indah.
Begitulah yang terjadi antara kehidupan manusia dengan Tuhan. Tuhan hanya meminta manusia untuk menunggu dan mengimani. Tetapi, terkadang manusia begitu kritis sehingga mencoba menganalisis segala fenomena yang terjadi tanpa iman seperti yang diminta Tuhan. Kemiskinan dan semua masalah yang sedang melanda bangsa kita terjadi karena dua hal.
Pertama, semua itu karena kesalahan kita. Manusia Indonesia adalah manusia yang bodoh dan tidak tahu terima kasih. Bayangkan, kurang sempurna apa sumber daya yang diberikan Tuhan kepada kita? Wilayah yang begitu luas. Indonesia mengklaim dirinya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Profil geografisnya sangat lengkap dengan adanya hamparan pantai dan pegunungan, ditambah letaknya di tengah khatulistiwa dimana sinar matahari begitu melimpah. Sumber daya manusianya juga terdaftar dalam peringkat lima besar di dunia, tentu bisa menjadi sumber produksi yang besar bagi perekonomian negara. Namun, apa yang terjadi? Semua itu dipandang sebagai kekayaan yang pantas dihamburkan.
Anggap saja kita bangsa Israel yang kedua. Disayang dan dimanja, namun justru menyakiti hati Tuhan. Bangsa sendiri saling membunuh dan membenci. Uang yang bukan miliknya dikorupsi hingga saudara sebangsa banyak yang tidak bisa makan. Fasilitas umum milik bersama dirusak dan digunakan seakan-akan milik pribadi. Sedih melihat kenyataan itu. Kalau begitu, salah siapa kalau sekarang Indonesia miskin? Salah siapa kalau televisi kita menghadirkan program-program yang mengeksploitasi kemiskinan? Masih menganggap itu salah Tuhan?
Memang Tuhan itu siapa? Pribadi yang bisa kita perintah? Bisa kita suruh memperbaiki kehancuran yang kita ciptakan sendiri? Egois! Kedua, miskin dan kaya ada supaya setiap manusia bisa belajar menjadi makhluk yang lebih baik. Kalau semua orang kaya dan makmur, apakah akan ada lagi yang disebut sebagai kebaikan? Tentu tidak ada, karena setiap manusia bisa membantu dirinya sendiri. Tidak ada yang butuh orang lain. Tidak ada lagi saling melayani. Kalau semua orang miskin, jangan harap lagi ada orang yang membantu orang lain karena membantu dirinya sendiri saja tidak sanggup.
Aku tidak berbicara soal materi. Dalam beberapa hal, orang kaya seharusnya mengharapkan bantuan dari orang miskin. Dalam banyak hal, orang miskin lebih kaya dibandingkan orang kaya. Misalnya, kalau mau bertanya soal nilai sesuap nasi, jangan tanya pada anak-anak yang lahir di Pondok Indah. Coba pergi ke sekitar Tanah Abang dan tanyakan pada anak-anak yang berkeliaran di sana. Orang miskin punya perhargaan, pertahanan diri, dan cara pandang yang tinggi terhadap banyak hal. Orang-orang filsafat seharusnya berguru pada mereka. Intinya, orang miskin dipakai Tuhan untuk mengajari manusia lain mengenai arti kehidupan.
Kalau sekarang kita merasa sedih ketika melihat berita kemiskinan di televisi, bersyukurlah karena keberadaan mereka telah mengajari kita untuk mengenal kata empati. Jika lalu kita merasa harus melakukan sesuatu untuk mereka, bersyukurlah karena kemiskinan mereka telah memberikan ruang dan waktu bagi kita untuk mengaplikasikan apa yang telah Tuhan ajarkan pada kita. Jadi, jangan mengutuki Tuhan karena telah mengijinkan mereka mengalami kemiskinan. Kalau kita mau terbebas dari berita-berita kemiskinan di kanan dan kiri kita, berhenti menyalahkan Tuhan dan justru seharusnya kita berdoa supaya diberi kesempatan untuk bisa membantu mereka.
Kehidupan ini adalah sebuah rantai yang panjang dan saling terhubung dengan luar biasa di tangan Tuhan. Setiap hal, bahkan sekecil daun yang gugur dari rantingnya, terjadi karena suatu alasan. Hal itu terjadi supaya hal lain dimungkinkan untuk terjadi, begitu selanjutnya. Kemiskinan terjadi bukan karena Tuhan sedang iseng menguji atau menyiksa sekelompok orang. Kemiskinan struktural memerlukan hikmat yang besar dari Tuhan supaya kita bisa memahaminya dan kemudian menemukan titik terang dari masalah itu. Hanyalah bagi Tuhan segala hormat dan kemuliaan. Soli Deo Gloria!
Friday, November 30, 2007
Cara merubah perasaan kita
1. Merubah GERAK
Coba Anda praktekkan ketika bangun pagi, Anda merasa malas untuk
bangun, walaupun mata masih tertutup, Anda paksakan bangun (JANGAN
LUPA UNTUK S.E.N.Y.U.M. dan BERSYUKUR terlebih dahulu) dan lakukan
lompat-lompat kecil selama 10-15 menit. Kira-kira setelah itu Anda
akan lanjut tidur lagi? NO, Anda akan langsung ke kamar mandi untuk
bersiap-siap ke kantor. Alasan : karena gerak yang Anda lakukan
merangsang aliran darah untuk lebih lancar mengalir ke seluruh
pembuluh darah dalam tubuh dan ke otak dan membuka pori-pori tubuh
untuk mengeluarkan keringat.
Gerak tubuh orang bersemangat bisa Anda bedakan dari gerak tubuh orang
yang tidak bersemangat. Jadi jika Anda sedang tidak bersemangat, coba
ubah gerak tubuh Anda menyerupai gerak tubuh orang yang bersemangat :
berjalan cepat, kepala tidak menunduk, dada membusung, senyum. Ini
akan membuat perasaan Anda dari tidak bersemangat menjadi bersemangat
(lebih ceria).
2. Merubah FOKUS
Coba Anda lakukan hal ini ketika Anda sedang merasa negatif / bad mood
: Ubah fokus kita ke hal-hal atau pengalaman-pengalam an yang
menyenangkan / lucu / gembira / positif. Saya selalu membayangkan
keberhasilan- keberhasilan yang telah saya capai di masa lampau dan
kegembiraan- kegembiraan karena kesuksesan yang akan saya capai di masa
yang akan datang jika pikiran dan perasaan saya sedang negatif. Dengan
demikian, saya akan kembali terinspirasi dan termotivasi untuk kembali
mengejar impian saya walaupun sempat gagal di tengah jalan.
GAMPANG-GAMPANG SUSAH untuk melakukan hal ini. Tetapi ingat, awalnya
hanya dari "perasaan" dan berkembang menjadi kebiasaan. Jika kita
lakukan secara konsisten hal ini, maka ini dapat menjadi kebiasaan
kita dan kita akan lebih mudah untuk merubah perasaan kita.
3. Merubah SUARA INTERNAL
Bayangkan ketika Anda menemani anak menonton film kartun dan mendengar
suara Donald Duck yang khas "wekkk...wekkk. ..wekkk.. .". Mungkin Anda
akan turut tertawa atau tersenyum.
Merubah suara interal berarti merubah suara yang bagi kita terasa
tidak mengenakkan (misalkan umpatan, makian, teguran dari atasan,
klien, konsumen, rekan kerja, teman, dlsbnya) menjadi suara yang
terdengar lucu bagi kita.
Suara yang terasa lucu bagi kita, misalkan suara Donald Duck yang
khas, suara orang berbicara gagap / terputus-putus, suara pria yang
dibuat mirip wanita, ataupun suara-suara lainnya yang menurut
pengalaman Anda masing-masing lucu. Dengan demikian akan merubah
suasana hati menjadi lebih positif dan bersemangat kembali.
4. Merubah ARTI
Anda mungkin pernah membaca di surat kabar bahwa tingkat pengangguran
yang tinggi dan kehidupan ekonomi yang semakin sulit menyebabkan
banyak orang bunuh diri.
YES, Anda yang memberi arti terhadap hidup Anda. Jika si A menganggap
dirinya miskin segala-galanya, tidur di kolong jembatan, tidak punya
keluarga, makan dari sisa-sisa pemberian orang, dihina orang, cacat
fisik, dsbnya, kira-kira menurut Anda apakah yang akan dilakukan oleh
si A? Lebih mungkin dia akan mengambil jalan pintas untuk bunuh diri.
Tetapi bandingkan dengan si B, dengan kondisi yang sama, tetapi dia
memberi arti lain bagi hidupnya. "Hari-hari seperti ini sudah cukup.
Saya harus mau berusaha lebih keras dan menghargai diri saya sehingga
orang lain mau menghargai saya juga." Dengan arti yang diberikan oleh
si B, kemungkinan dia untuk maju akan lebih terbuka.
5. Merubah SUASANA
Pelatihan di alam terbuka akan membawa suasana dan hasil yang berbeda
dibandingkan dengan pelatihan di dalam ruangan. Tempat dan suasana
yang berbeda dari rutinitas sehari-hari bisa memberikan dampak yang
berbeda.
Contoh : jika sehari-hari berada dan bekerja di kantor, maka cobalah
pada hari libur untuk mencari suasana yang berbeda. Ini berguna untuk
menyegarkan kembali suasana hati kita dan untuk pemulihan sel-sel
tubuh (fisik) kita.
Staff saya bahkan menyempatkan diri di sela-sela kesibukannya untuk
bersantai dan merubah suasana hati di lounge airport terminal
internasional J Dengan begitu, menurut pengakuannya, sekembalinya dari
tempat tersebut, suasana hati menjadi lebih bersemangat dan positif.
Entah mengapa? Mungkin ada pengalaman yang menyenangkan / positif yang
berhubungan dengan tempat tersebut.
Sayapun suka membawa staff saya untuk pelatihan di alam terbuka (enam
bulan sekali). Terbukti, bahwa setelah kembali dari pelatihan,
semangat dan motivasi menjadi lebih terpacu. Silahkan dicoba!
6. Merubah INPUT
Ketika Anda bersama keluarga menonton acara televisi : BUSER, PATROLI,
SERGAP, SMACK DOWN, dlsbnya, kira-kira apa komentar umum yang
terlontar? "Koq, para penjahat tambah sadis ya?", "Koq kota kita
tambah ga aman ya?", "Koq orang-orang jadi pada ga punya hati nurani
ya?". Akibatnya apa? Pikiran yang negatif mempengaruhi perasaan kita
menjadi negatif.
Ubah perasaan kita menjadi positif dengan mendengarkan lagu-lagu
perjuangan, motivasi : I Have A Dream – Westlife, The Power Of The
Dream – Celine Dion, We Are The Champion – Queen, dlsbnya. Baca
buku-buku motivasi dan pengembangan diri. Bacanya jangan `Lampu Merah'
melulu. :) Ikut seminar, klub, organisasi, kursus untuk pengembangan
kepribadian dan bersosialisasi.
perasaan kita untuk menjadi lebih baik.
Wednesday, November 28, 2007
Love - The Antidote for Hate
has fulfilled the law. Love does no harm to a neighbor; therefore love is
the fulfillment of the law." Rom 13:8 & 10
When someone hurts us, the first reaction of our flesh is to feel anger,
resentment, and hatred toward that person and want to get even. And all too
often, we do not seek to overcome those feelings through forgiveness. We
allow hate, like a spider, to spin its web around our souls.
Whenever an insect becomes entangled in a spider's web, the spider
immediately attacks the insect, filling its body with poison. Then the
spider strengthens the web, making death certain.
Hate is like the spider. It fills the soul with toxins, setting off a
chemical reaction in the body, poisoning the bloodstream and imprisoning the
spirit. Worse, such hatred is in direct opposition to Jesus' teaching. He
said, Love your enemies, bless them that curse you, do good to them that
hate you, and pray for them which despitefully use you, and persecute you
(Matthew 5:44).
Love is the only antidote for hate. One way to activate love against hate is
to remember that Christ died for the hateful person the same as He died for
you. That person is also made in the image of God and carries a divine
imprint upon his or her soul. Activating God's love in your spirit destroys
both the web and spider of hate, cleansing your being of the poison and
setting you free.
Henry Ford once said, "I shall never let anyone drag me down by making me
hate him." That's a good motto to live by.
Forgive those who wrong us and walk in love toward them, knowing that God
loves them as much as He loves us.
Tubuh Untuk Seorang Sahabat
MULUT
Dukung dia melalui ucapan yang positif, membangun 'n bisa membangkitkan semangatnya. Bukan ngomongin hal yang enggak-enggak, menyindir, kritikan yang menjatuhkan bahkan menggosip di belakangnya. Idiih..enggak banget deh!
("Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang." Amsal 16:24.)
TELINGA
Tuhan menciptakan 2 telinga dan hanya 1 mulut itu artinya kita harus banyak mendengar daripada berbicara. Sediakan telinga buat sohib kita untuk mendengar keluhan, uneg-uneg, atau juga cerita gembiranya. Dengarkan ceritanya dengan utuh dan jangan memotongnya. Saat dia didengarkan maka dia akan merasa dihargai dan disayangi. Bukankah kita juga merasakan hal yang sama?
("Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya" Amsal 18:13.)
MATA
Lihatlah hal-hal positif dirinya. Kebaikannya, ketulusannya, kerajinannya, dsb sehingga kita akan merasa beruntung banget punya sohib seperti dia. Sebaliknya kalo kita melihat hal yang negatif melulu, selamanya kita gak bakal punya seorang sahabat.
("Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni." Lukas 6 : 37.)
TANGAN
Jangan malas untuk membantu! Kita harus saling menolong saat yang lain sedang dalam kesulitan. Jadi ringan tanganlah untuk ikut menopang sohib semampu kita. Sebagai sahabat yang baik, Yesus bersedia mengulurkan tangan-Nya untuk menolong.
("Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." Galatia 6 : 2.)
KAKI
Melangkahlah di jalan yang benar. Dan ajaklah sohib kita untuk melangkah di jalan yang sama dengan melihat teladan kita. Saat sohib kita berada di jalan yang salah, jangan malas untuk menegur hanya karena takut sohib jadi membenci kita. Karena justru itulah kasih yang sebenarnya.
("Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah." Amsal 27 : 6.)
PIKIRAN
Dalam persahabatan, ada gesekan itu adalah hal yang wajar. Tapi kita harus belajar untuk memanfaatkan, kemudian melupakannya dari pikiran kita. Sebaliknya saat sohib melakukan hal yang baik untuk kita, ukirlah itu dalam benak kita sehingga kita akan selalu ingat bahwa kita punya sohib yang baik.
("Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." Lukas 17 : 4.)
PERASAAN
Always put your self in other's shoes. If you feel that it hurt you, it probably hurts the person too. So, kembalikan semuanya pada diri kita sendiri. Lakukan hal yang kita ingin agar sohib lakukan untuk kita. Jaga perasaan sohib seperti menjaga perasaan kita sendiri.
("...kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Matius 22 : 39.)
HATI
Kasihilah sohib dengan tulus, tanpa motivasi tertentu. Jalinlah persahabatan bukan karena kita ingin mendapatkan sesuatu dari dirinya, tetapi karena kita ingin membagi apa yang kita punya kepadanya.
("Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran." Amsal 17 : 17.)
Tuesday, November 27, 2007
Wanita yang menjaga Mulut & Hatinya
MENGEVALUASI SETIAP PERKATAAN YANG KELUAR DARI MULUT KITA PADA HARI ITU
Suatu kali saya melihat salah satu teman saya tidak hadir di ibadah dan
saya meminta teman saya lain untuk menjenguknya dengan pesan mungkin ada
hal yang perlu ditolong.
Beberapa hari kemudian teman yang dikunjungi itu menelepon saya dan
berkata bahwa saya memberi pesan, ia butuh dibesuk karena dalam keadaan
stress, sehingga dia merasa malu dan merasa dibicarakan dibelakang.
Saya menjadi terheran-heran dengan perkembangan berita tersebut.
Sangatlah sulit untuk saya menjelaskan kebenaran pesan saya pada awalnya.
Bila seseorang mendengar hal yang negatif terlebih dahulu maka ia akan
sangat sulit untuk mendengar penjelasan positif.
Itulah salah satu masalah besar dalam kehidupan keseharian wanita.
Banyak hubungan dengan sesama, hubungan dalam pernikahan, hubungan dalam
keluarga rusak karena kata-kata (yang negatif) dan sebagian besar datang
dari kalangan wanita yang tidak menjaga mulut dan hatinya.
Pernakah kita mengambil waktu paling tidak 10 menit setiap harinya untuk
mengevaluasi setiap perkataan yang keluar dari mulut kita pada hati itu?
Bagaimana kita berbicara pada orang lain menentukan seberapa bijak kita
sebagai wanita.
Alkitab berkata mati dan hidup ditentukan oleh lidah (Amsal 18:21).
Seorang wanita bijak tentu akan senantiasa mengalirkan kehidupan bagi
orang lain.
Kehidupan sehari-hari dan pernikahanya akan diperkuat melalui kata-kata
yang mendatangkan kasih karunia untuk suami, anak, keluarga lain atau
orang lain.
Anak-anaknya akan tumbuh benar melalui ucapannya yang mengeluarkan
kata-kata yang positif.
Orang lain akan diperkaya ketika ia mambangun mereka dengan benar, setiap
kata-kata yang inspiratif. Wanita bijak adalah wanita yang berhasil
menguasai lidahnya.
Mengapa banyak wanita tidak berhasil dalam mengekang lidahnya?
Hal ini disebabkan karena :
* Hati yang terluka (Amsal (4:23)
Apa yang keluar dari mulut itu datang dari hati.
Ketika seorang wanita terluka oleh penolakan, perkataan orang lain,
keadaan sulit dan lain-lain, ia cenderung akan melukai orang lain dengan
kata-kata.
Ketika ia tidak senang dengan orang lain ia tidak mampu menguasai lidahnya
dan dengan mudah ia memberi komentar yang dapat juga membuat orang lain
diserang.
* Hati yang tidak terisi oleh firman Tuhan setiap hari (Mazmur 119:11)
* Tidak ada kesadaran bahwa ia bertanggung jawab atas setiap perkataan
yang diucapkan (Matius 12:36)
* Tidak ada kepekaan terhadap keadaan (perasaan) orang lain.
* Ia hidup dikuasai oleh emosi dan perasaanya
Sebagai wanita yang memiliki perasaan yang kuat, kita harus hati-hati
tidak dikuasai oleh perasaan yang negatif.
Wanita dapat berdosa ketika kesal, mulutnya dapat menebarkan kata-kata
yang menyerang dan menceritakan keburukan orang lain bahkan menghakimi
wanita lain.
Apa yang harus dilakukan?
Bagaimana kita menjaga mulut dan hati kita dalam hidup sehari-hari?
* Jika anda sedang kesal/bergolak perasaanya, belajarlah menahan mulut dan
jangan memberi komentar.
Ingat setiap perkataan yang sia-sia harus dipertanggung jawabkan.
Ambil waktu untuk meredakan hati yang kesal.
Pakailah senjata pujian, minta pada Tuhan untuk angkat semua beban
kekesalan (Mazmur 19:14)
* Akui jika hati kita terluka dan butuh didoakan dan dinasehati, jujurlah
terhadap diri sendiri jika anda mendengar ada orang lain mengeluh tentang
kata-kata kita yang kasar, sembrono atau menyakitkan.
* Hindari pembelaan diri dengan berkata bahwa aku memang orangnya
blak-blakan, aku orang yang memang apa adanya/to the point dan sebagainya.
Jika kita berkata demikian berarti kita berhenti tumbuh menjadi serupa
dengan Kristus.
Kita dapat bijak dalam perkataan.
Beranilah berubah dan Tuhan akan memberikan kita anugerah untuk itu.
* Serahkanlah kejengkelan, kekesalan kepahitan kita pada Tuhan dan bukan
pada orang lain untuk menyelesaikan masalah kita.
Bawalah hati kita untuk dikuduskan oleh Tuhan dan lidahmu kepada Tuhan
setiap hari seperti pemazmur berkata Mudah-mudahan Engkau berkenan akan
ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku
(Mazmur 19:15)
* Bacalah alkitab setiap hari, supaya hari kita dapat peka pada suara Roh
Kudus.
Kepekaan tanpa membangun dapat membawa kita pada penghakiman.
Artinya kita dapat menyampaikan suara Tuhan tentang kesalahan orang lain,
tetapi jika kata-kata kita tidak membangun kita dapat jatuh dalam
penghakiman (Kolose 4:6)
* Terakhir, beranilah minta maaf untuk setiap kesalahan, inilah proses
pembelajaran yang indah dan bijak (Yakobus 3:2)
Friday, November 23, 2007
Ketika Indonesia Tanpa Cukai Rokok
Ini artikel tentang cukai dan rokok yang gw tulis dengan seorang teman dalam rangka Hari Tanpa Tembakau beberapa waktu yang lalu... Hope this will inspire...
KETIKA INDONESIA TANPA CUKAI ROKOK
Oleh: Eunika R. dan Timoteus S.
Dunia tanpa rokok. Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar hal tersebut? Tidak mungkin? Hanya sekadar wacana? Atau hanya sebuah pikiran yang utopis? Tunggu dulu, mari kita tanyakan pada diri kita. Hal terbesar yang menghalangi terwujudnya dunia tanpa rokok adalah KETAKUTAN kita. Orang-orang realis akan mengatakan bahwa rokok menyumbang terlalu banyak bagi perekonomian dunia. Dan karena alasan itu, kata mereka, menghapus rokok dari sejarah kehidupan manusia berarti membuat dunia semakin terpuruk dalam krisis perekonomian. Pertanyaannya, perekonomian siapa?
Cukai Rokok yang Menggiurkan
Bukan hal yang perlu diperdebatkan lagi bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia sangat bergantung pada sektor pajak, termasuk cukai. Selama ini, cukai rokok telah menjadi salah satu penjamin APBN bertahan. Tidak kurang dari Rp 29,1 triliun setiap tahun Jawa Timur (Jatim) menyumbangkan hasil cukai rokoknya ke APBN.[1] Dari ratusan industri rokok di daerah Kudus, PT Djarum merupakan salah satu perusahaan rokok kretek yang mampu memberikan cukai terbesar bagi negara senilai Rp 17,4 miliar per hari, dengan total produksi 126 juta batang perhari.[2]
Besarnya cukai rokok tersebut memang memberikan beberapa keuntungan bagi perekonomian negara. Pertama, cukai rokok yang besar ini menjadi sumber dana APBN untuk membiayai kebutuhan masyarakat, baik dalam penyediaan barang publik seperti infrastruktur maupun pelayanan publik, misalnya dana operasional institusi pemerintah. Kedua, ketergantungan APBN pemerintah terhadap cukai rokok mendorong industri rokok untuk tetap bertahan, bahkan seolah-olah diupayakan untuk semakin membesar. Dengan demikian, secara tidak langsung industri rokok yang padat karya ini menyediakan lapangan pekerjaan yang cukup besar bagi Indonesia yang terjerat dengan masalah pengangguran.
Contohnya, di Jatim. Selain untuk produksi dalam negeri, Jatim merupakan penghasil tembakau untuk ekspor, khususnya ke Bremen (Jerman). Setiap tahun sekitar 200.000 hektar areal lahan digunakan untuk menanam tembakau. Jika satu hektar melibatkan lima tenaga kerja, satu juta orang terlibat langsung dalam produksi tembakau. Belum lagi jumlah tenaga kerja yang terlibat di pabrik rokok. Sedikitnya ada empat pabrik rokok besar dari 1.137 perusahaan di Jatim, yaitu Gudang Garam, Sampoerna, Wismilak, dan Bentoel. Tiap perusahaan ini melibatkan sedikitnya 1.000 tenaga buruh linting.[3]
Selain memberikan kesempatan kerja bagi sumber daya manusia Indonesia yang melimpah, industri rokok sering terlibat dengan pemberian dana sosial dan kemanusiaan. Pemberian dana ini dianggap bagian dari Corporate Sosial Responsibility (CSR). Dengan menggunakan bendera CSR, setiap dana yang dikucurkan, misalnya untuk beasiswa pendidikan, dipandang sebagai kebaikan hati para produsen rokok yang peduli terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, ada pula pendapat yang mengatakan bahwa pemberian dana ini hanyalah bentuk sogokan atau ganti rugi terhadap dampak buruk rokok bagi kesehatan dan lingkungan.
Dari keuntungan yang telah dijabarkan di atas, cukai rokok sepertinya memang memiliki peran yang signifikan bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Namun, hal ini membuat fungsi cukai rokok bergeser dari tempatnya semula. Filosofinya, cukai hanya memiliki fungsi regulerend pajak yaitu untuk menghalangi atau mengurangi dan mengawasi penggunaan objek cukai secara bebas. Intinya, dapat dikatakan bahwa fungsi cukai adalah membatasi dan mengurangi konsumsi barang yang berdampak negatif secara sosial yaitu salah satunya bahaya rokok.
Pemerintah, baik pusat maupun daerah, memang menunjukan usahanya untuk menegakkan fungsi regulerend itu. Contohnya pada tahun 2006 pemerintah telah berencana mengenakan tarif cukai rokok spesifik sesuai golongan pabrikan dan menaikan Harga Jual Eceran (HJE) rokok sebesar 7%. Produk hukum positifnya adalah Kebijakan cukai terbaru tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 118/PMK.04/2006 yang ditandatangani pada 1 Desember 2006. Kebijakan HJE berlaku efektif pada 1 Maret 2007. Dukungan serupa untuk mengurangi perilaku merokok dalam ranah publik dilakukan pula oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Seharusnya dengan Perda ini, setiap tempat umum dilengkapi dengan fasilitas area merokok. Jika suatu tempat tidak dilengkapi dengan fasilitas ini diasumsikan tempat tersebut adalah area bebas rokok.
Akan tetapi, tampaknya kedua peraturan tersebut salah tujuan. Peningkatan tarif cukai rokok malah semakin mengukuhkan kebergantungan APBN terhadap cukai rokok. Naiknya tarif cukai rokok berarti pendapatan yang masuk ke APBN semakin besar, dan ironisnya pemerintah belum siap kehilangan hal ini bila produksi rokok semakin menurun, atau bahkan ditiadakan. Seharusnya peningkatan tarif cukai rokok yang bertujuan mengurangi produksi dan konsumsi rokok diimbangi dengan usaha peningkatan sumber pendapatan dari sektor lain. Misalnya, yang paling potensial adalah sektor minyak bumi dan gas alam (migas). Namun, kecenderungan yang dilakukan oleh pemerintah setiap kali menemukan sumber migas baru adalah menawarkannya kepada pihak asing, seperti yang baru-baru ini terjadi dengan Blok Cepu. Ketidaktegasan pemerintah juga dibuktikan dengan lunaknya pelaksanaan Perda tentang larangan merokok di DKI Jakarta.
Harga yang Harus Dibayar Masyarakat
Di sisi lain, rokok juga memberikan kerugian ekonomi bagi masyarakat. Di Indonesia diperkirakan sekitar 70 juta orang atau 30% dari total jumlah penduduknya perokok. Kalau mereka rata-rata mengonsumsi sebungkus sehari, berarti uang yang dibakar Rp 500 miliar setiap hari. Jika perokok yang hidup di bawah garis kemiskinan 7 juta orang, setiap hari uang yang dibakar Rp 50 miliar,[4] Data Bank Dunia (1990) menyebutkan saat cukai rokok yang diterima Pemerintah Indonesia Rp 2,6 triliun, kerugian ekonomi akibat rokok yang harus ditanggung rakyat Rp 14,5 triliun.
Dari data tersebut, kita dapat melihat bahwa yang menanggung kerugian ekonomi ini adalah masyarakat. Jika memakai paradigma Marxist, masyarakat perokok adalah kelas proletar yang ‘bekerja’ untuk kaum borjuis, yaitu pengusaha rokok dan pemerintah. Seolah-olah masyarakat perokok adalah pemegang kepentingan utama dalam urusan rokok ini, padahal merekalah yang dirugikan dan sekaligus membayar untuk kerugian tersebut. Mereka adalah mesin uang bagi kaum borjuis yang terus-menerus menanamkan kesadaran palsu bahwa rokok menunjukkan gaya hidup sebagai masyarakat modern. Seringkali ketika dipertanyakan tentang dampak buruk merokok bagi kesehatan, para perokok akan menjawab: “Toh, semua orang akan mati. Jadi, mati karena kanker akibat rokok ya sama saja.” Nah, itu juga bagian dari kesadaran palsu yang ditanamkan oleh kaum borjuis.
Selain membayar untuk biaya konsumsi rokok, masyarakat perokok itu pula yang harus membayar untuk biaya kesehatan akibat rokok itu. Pemerintah hanya mengeluarkan Rp 1,7 triliun untuk sektor kesehatan dan sebagian besar biaya kesehatan perokok harus ditanggung masyarakat. Kalau penderita dirawat di rumah sakit pemerintah, yang bersangkutan menerima subsidi kesehatan dari pajak masyarakat yang sebagian bukan perokok. Biaya kesehatan yang dikeluarkan akibat rokok hampir enam kali lipat penerimaan negara dari cukai rokok. Jadi benar pendapat Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia bahwa industri rokok menjadi gantungan hidup jutaan manusia adalah mitos, Hal ini dikemukakan oleh Prof dokter Suradi Sp P(K), Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran UNS.
IndonesiaTanpa Rokok: Utopiskah?
Jadi, apa jawaban dari pertanyaan yang telah dilontarkan pada awal artikel ini: perekonomian siapa yang diuntungkan oleh rokok? Jelas bukan perekonomian masyarakat perokok, apalagi masyarakat non perokok. Jadi kebergantungan perekonomian Negara terhadap industri rokok adalah kebergantungan yang dibuat-buat atau dengan sengaja dilanggengkan oleh pihak tertentu. Indonesia tanpa rokok bukanlah sebuah Negara utopis.
Tidak ada seorang bapa yang memberikan ular saat anaknya minta ular untuk dimakan? Masakan seorang ibu dengan lega hati memberikan kalajengking saat anaknya lapar dan merengek-rengek meminta kalajengking untuk dimakan? Tentunya orang tua tidak memberikan ular atau kalajengking dimakan anaknya tetapi memberikan roti atau nasi dan ikan untuk dimakan anaknya.
Demikian juga dengan pemerintah yang berperan sebagai wakil Allah bagi masyarakatnya, pemerintah tahu dengan jelas apa kerugian yang dihasilkan oleh rokok baik dalam hal kesehatan maupun ekonomi. Pemerintah sebagai figure orang tua pun harusnya memakai pikiran dan otoritasnya untuk memberikan yang terbaik dan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Dan, rokok jelas BUKAN kebutuhan masyarakat!
“Cigarette is a long stick with a burning edge and a fool on the other side. Are you that fool?”
[1] www.kompas.com. Mohammad Bakir. Tetap Bertahan dengan Agro. Selasa, 20 Desember 2005
[2] www.pikiranrakyat.com. Cukai dari Rokok Tetap Menggiurkan Kas Negara. Senin, 18 September 2006.
[3] Ibid.
[4] www.klikpajak.com. Rp 150 Triliun Dibakar Tiap Tahun. 12 Maret 2007.
Efek Air Dingin
Memang menyenangkan bila kita meminum air dingin setelah makan. Namun, air
dingin akan membekukan makanan berminyak yang baru anda konsumsi. Hal ini
akan memperlambat pencernaan. Sekali saja " mengendap" bereaksi dengan asam,
akan merusak dan diserap usus lebih cepat dari pada makanan padat. Dan akan
membatasi usus. Segera setelah itu, akan menimbun menjadi lemak dan menjadi
penyebab kanker.
Lebih baik untuk meminum air panas atau hangat setelah makan.
Catatan penting tentang serangan jantung - anda harus mengetahui bahwa tidak
setiap gejala serangan jantung akan melukai lengan sebelah kiri. Waspadalah
jika anda merasa sakit pada kerongkongan. Anda mungkin tidak akan pernah
merasa sakit pada bagian dada selama serangan jantung berlangsung. Rasa mual
dan keringat yang bercucuran juga menjadi gejala umum. 60 persen orang yang
mengalami serangan jantung pada saat tidak sadarkan diri atau tidur tidak
pernah terbangun. Rasa sakit pada tenggorokan dapat membangunkan anda dari
tidur anda yang nyenyak.
Mari berhati-hati dan waspada. Semakin kita tahu semakin baik untuk kita
bertahan.
3 pertanyaan 1 jawaban
di negeri paman Sam kembali ke tanah
air.
Sesampainya dirumah ia meminta kepada
orang tuanya untuk mencari seorang
Guru agama, Pendeta atau siapapun yang
bisa menjawab 3 pertanyaannya.
Akhirnya Orang tua pemuda itu
mendapatkan orang tersebut.
Pemuda: Anda siapa? Dan apakah bisa
menjawab pertanyaan-pertanya an saya?
Pendeta : Saya hamba Allah dan dengan
izin-Nya, saya akan menjawab
pertanyaan anda
Pemuda : Anda yakin? Sedang Profesor
dan banyak orang pintar saja tidak
mampu menjawab pertanyaan saya.
Pendeta : Saya akan mencoba sejauh
kemampuan saya
Pemuda : Saya punya 3 buah pertanyaan =
1. Kalau memang Tuhan itu ada,
tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2. Apakah yang dinamakan Takdir
3. Kalau setan diciptakan dari api
kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat
dari api,
tentu tidak menyakitkan buat setan
sebab mereka memiliki unsur yang sama.
Apakah Tuhan tidak pernah berfikir
sejauh itu?
Tiba-tiba Pendeta tersebut menampar
pipi si Pemuda dengan keras.
Pemuda (sambil menahan sakit): Kenapa
anda marah kepada saya?
Pendeta : Saya tidak marah...Tamparan
itu adalah jawaban saya atas 3 buah
pertanyaan yang anda ajukan kepada
saya.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak
mengerti
Pendeta : Bagaimana rasanya tamparan
saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan
sakit
Pendeta : Jadi anda percaya bahwa
sakit itu ada?
Pemuda : Ya
Pendeta : Tunjukan pada saya wujud
sakit itu !
Pemuda : Saya tidak bisa
Pendeta : Itulah jawaban pertanyaan
pertama, kita semua merasakan
keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat
wujudnya.
Pendeta : Apakah tadi malam anda
bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak
Pendeta : Apakah pernah terpikir oleh
anda akan menerima sebuah tamparan
dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak
Pendeta : Itulah yang dinamakan Takdir
Pendeta : Terbuat dari apa tangan yang
saya gunakan untuk menampar anda ?
Pemuda : kulit
Pendeta : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : kulit
Pendeta : Bagaimana rasanya tamparan
saya?
Pemuda : sakit..
api dan Neraka terbuat dari api, jika
Tuhan berkehendak maka Neraka akan
Menjadi tempat menyakitkan untuk setan.
Wednesday, November 21, 2007
Sel Kanker Hidup dengan :
a. Gula adalah umpan kanker. Dengan mengurangi gula, berarti juga
mengurangi suplai makanan penting bagi sel kanker. Pengganti gula seperti
NutraSweet, Equal, Spoonful, dll dibuat dengan aspartam dan itu berbahaya.
Pengganti alami yang lebih baik dapat berupa madu atau tetes tebu tetapi
dalam jumlah yang amat sedikit. Garam meja mempunyai tambahan kimia untuk
membuat warnanya putih. Alternatif yang lebih baik adalah dengan garam laut.
b. Susu membuat tubuh memproduksi mucus, terutama di organ bagian dalam.
Kanker diumpan oleh mucus. Dengan mengurangi susu dan menggantikan dengan
susu kedelai tawar sel kanker akan kelaparan.
c. Sel kanker tumbuh dengan subur di lingkungan asam. Diet anti daging
adalah bersifat asam, yang terbaik adalah memakan ikan dan ayam daripada
daging sapi atau babi. Daging juga mengandung antibiotik ternak yang
menumbuhkan hormon dan parasit yang berbahaya, terutama bagi penderita
kanker.
d. Diet dengan 80% sayur dan buah segar, biji-bijian dan kacang-kacangan
membantu tubuh dalam lingkungan alkalin. 20%nya bisa diperoleh dari makanan
matang termasuk kacang. Sayur segar menyediakan enzim hidup yang mudah
diserap dalam 15 menit untuk memelihara dan meningkatkan pertumbuhan sel
sehat. Untuk memperoleh enzim hidup untuk membangun sel sehat, cobalah minum
jus sayur segar (semua sayuran termasuk kacang2an) dan makan sayuran mentah
2 atau 3 kali sehari. Enzim rusak pada temperature 104 derajat Farenheit
atau 40 derajat Celcius.
adalah alternative terbaik yang mempunyai sel penumpas kanker. Yang terbaik
meminum air bersih atau air yang telah disaring untuk menghindari racun dan
logam berat dalam air ledeng.
Sunday, November 18, 2007
Belajar..Ilmu Pengetahuan..
-Albert Einstein-
Prayer For My Lifetime Partner
Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.
Wajah ganteng dan daya tarik fisik tidaklah penting.
Yang paling penting adalah
sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau
dan memiliki
keinginan untuk menjadi seperti Engkau.
Dan ia haruslah mengetahui bagi
siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.
Seseorang
yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang pria yang tidak hanya memujaku
tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang perempuan ketika berada di sebelahnya.
Aku tidak meminta seorang yang sempurna, Namun aku meminta seorang yang
tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.
Dan aku juga meminta :
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga dan bahagia.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU,
sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU,
bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah RohMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU bukan dari
luar diriku.
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku mataMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam
dirinya dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi
semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari.
Berikanlah aku bibirMU dan aku akan tersenyum padanya setiap pagi.
Dan bilamana pada akhirnya kami akan bertemu,
aku berharap kami berdua dapat mengatakaan
"betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan kepadaku
seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan
Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan.
Amin.
Saturday, November 17, 2007
8 kado terindah
dan tak ternilai bagi orang-orang yang kamu
sayangi :
1. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah
kado yang tak ternilai harganya. Memang, kita
bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon,
foto atau faks. Namun dengan berada di
sampingnya, kamu dan dia dapat berbagi
perasaan, perhatian dan kasih sayang secara
lebih
utuh dan intensif. Jadikan kehadiran kamu sebagai
pembawa kebahagiaan.
2. MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini.
Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan,
ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan
perhatian pada segala ucapannya, secara tak
langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran
dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar
dengan baik, pastikan kamu dalam keadaan betul-
betul rileks dan bisa menangkap utuh apa yang
disampaikan. Tatap wajahnya, tidak perlu
menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan
ia menuntaskannya, ini memudahkan kamu
memberikan tanggapan yang tepat setelah itu.
Tidak harus berupa diskusi atau penilaian.
Sekedar ucapan terimakasihpun akan terdengar
manis baginya.
3. DIAM
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada
kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum,
mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih
dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan
kecintaan kita pada seseorang karena
memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita
sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur,
mengkritik bahkan mengomel.
4. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi hak
penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan
orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku
mencintai seseorang jika kita selalu
mengekangnya ? Memberi kebebasan adalah
salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan
bukanlah "kau bebas berbuat semaumu". Lebih
dalam dari itu, memberi kebebasan adalah
memberinya kepercayaan penuh untuk
bertanggungjawab atas segala hal yang ia
putuskan atau lakukan.
5. KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi
tiba-tiba tampil lebih "guanteng" atau "cuantik" ?
Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah
kado yang indah. Selain keindahan penampilan
pribadi, kamu pun bisa menghadiahkan keindahan
suasana di rumah. Misalnya vas dan bunga segar
cantik di ruang keluarga atau meja makan yang
tertata indah.
6. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, seringkali kita memberikan penilaian
negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan
orang
yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang
benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya
pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan
positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah
ingat, berapa kali dalam semingguterkahir kamu
mengucapkan "terima kasih" atas segala hal yang
dia lakukan untuk kamu. Ingat-ingat pula,
pernahkah kamu memujinya. Kedua hal itu,
ucapan terima kasih dan pujian, serta permintaan
maaf adalah kado indah yang sering terlupakan.
7. KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan
pertengkaran. Apalagi sampai terjadi
pertengkaran
yang hebat. Bila kamu memikirkan hal ini, berarti
kamu siap memberikan kado "kesediaan
mengalah". Kesediaan untuk mengalah juga dapat
melunturkan sakit hati dan mengajak kita
menyadari bahwa tidak ada manusia yang
sempurna di dunia ini.
8. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar
biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan
tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku,
pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah
suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang
resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk
membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan
terakhir kali kamu menghadiahkan senyuman
manis pada orang yang kamu kasihi ?
Friday, November 16, 2007
Penjelasan Indah Mengenai Kematian
Seorang pasien berpaling menghadap dokternya, selagi dokter itu bersiap
untuk pergi,
"Dokter, Aku takut mati. Ceritakan apa yang ada disebelah sana"
Dengan lembut, dokter itu berkata, "Saya tidak tahu."
"Anda tidak tahu? Anda, seorang Kristen, tidak tahu apa yang ada
disebelah sana?"
Dokter itu sedang memegang gagang pintu kamar disebelah sana terdengar
suara garukan dan keluhan,
begitu pintu itu dibukanya, seekor anjing menerobos masuk dan lompat
kearahnya dengan antusias dan senang sekali.
Menoleh kearah sang pasien, dokter berkata, "Anda lihat anjing saya? ia
belum pernah masuk ruangan ini sebelumnya
ia tidak tahu ada apa didalamnya. Ia tidak tahu apa-apa, kecuali bahwa
tuannya ada didalam, dan ketika pintu dibuka, ia langsung masuk tanpa
takut. Saya hanya tau sedikit tentang ada apa di sebelah kematian tapi
saya tahu benar tentang satu hal... saya tahu Tuhan saya ada disana dan
itu cukup."
Hallelujah anyhow!
Thursday, November 15, 2007
Makna Pekerjaan Anda...
By James Gwee
Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan mengenai sikap kerja
disebuah hotel berbintang lima di Singapura. Salah satu peserta
pelatihan
adalah Pak Lim, seorang pria berusia 60 tahunan yang bekerja di hotel
tersebut.
Bagi saya pekerjaan sehari-hari Pak Lim sangatlah monoton dan
membosankan.
Setiap hari, dengan membawa sebuah daftar, dia mengecek engsel pintu
setiap kamar hotel.
Saya akan menceritakan sedikit bagaimana tugas Pak Lim sebenarnya. Pak
Lim
memulai rangkaian tugasnya dengan mengecek engsel pintu pintu kamar 1001
dan memastikan bahwa engsel dan fungsi kunci pintu berfungsi dengan
baik.
Pengecekan yang dilakukannya bukanlah pengecekan "seadanya", namun
pengecekan yang saksama di setiap engsel dan memastikan bahwa setiap
pintu
bisa dibuka-tutup tanpa masalah.
Untuk mengecek satu pintu saja, Pak Lim berulang kali membukan dan
menutup
pintu tersebut hanya untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan
baik. Barulah setelah puas, dia memberi paraf pada daftar yang dibawanya
dan mengecek pintu kamar berikutnya, kamar 1002, dia melakukan hal yang
sama, begitu seterusnya. Dalam sehari, Pak Lim bisa mengecek pintu 30
kamar.
Anda tentu bertanya, berapa hari waktu yang dibutuhkan Pak Lim untuk
mengecek pintu semua kamar di hotel itu. kurang lebih sebulan ! Tidak
mengejutkan sebenarnya karena hotel berbintang lima ini memiliki sekitar
600 kamar.
Tugas pengecekan Pak Lim dapat diibaratkan sebagai lingkaran. Setelah
pintu kamar terakhir selesai dicek, Pak Lim akan kembali lagi kekamar
pertama, kamar 1001. Rangkaian tugas ini terus berjalan seperti itu,
dari
hari ke hari, bulan ke bulan, tahun demi tahun.
Pekerjaan semacam ini jelas merupakan pekerjaan monoton, tanpa variasi
dan
membosankan! saya sendiri tidak habis pikir, bagaimana mungkin Pak Lim
masih bisa cermat dan teliti mengecek setiap engsel pintu dalam
menjalani
tugas yang membosankan ini. saya membayangkan, seandainya saya sendiri
yang diminta melakukan hal semacam ini, mungkin saya akan memeriksa
setiap
engsel sekedarnya saja.
Karena sangat penasaran, suatu hari saya bertanya kepada Pak Lim apa
yang sebenarnya membuatnya begitu tekun menjalani pekerjaan
rutin itu. Jawabannya sungguh diluar dugaan saya.
Dia mengatakan," James, dari pertanyaan Anda, saya bisa menyimpulkan
bahwa Anda tidak mengerti pekerjaan saya. Pekerjaan saya bukan sekedar
memeriksa engsel, tetapi lebih dari itu. Begini. Tamu-tamu kami di hotel
berbintang lima ini jelas bukan orang sembarangan. Mereka biasanya
adalah
Kepala Keluarga, CEO sebuah perusahaan, Direktur atau Manajer Senior.
Dan
saya tahu mereka semua jelas bertanggung jawab atas kehidupan keluarga
mereka, dan juga banyak karyawan dibawahnya yang jumlahnya mungkin 20
orang, 100 atau bahkan ribuan orang.
"Nah, kalau sesuatu yang buruk terjadi di hotel ini, misalnya saja
kebakaran dan pintu tidak bisa dibuka karena engselnya rusak, mereka
bisa
meninggal didalam kamar. akibatnya bisa Anda bayangkan, pasti sangat
mengerikan, bukan hanya untuk reputasi hotel ini, tetapi juga bagi
keluarga mereka, karyawan yang berada dibawah tanggungan mereka.
Keluarga mereka akan kehilangan sosok Kepala Keluarga yang menafkahi
mereka dan karyawan mereka akan kehilangan sorang pimpinan senior yang
bisa jadi mengganggu kelancaran perusahaan. Sekarang Anda mungkin dapat
mengerti bahwa tugas saya bukan sekedar memeriksa engsel, tapi
menyelamatkan Kepala Keluarga dan Pimpinan unit bisnis sebuah
perusahaan.
Jadi, jangan meremehkan tugas saya."
Saya benar-benar terperangah mendengar penjelasan panjang lebar Pak
Lim. Dari situlah saya mengerti bahwa jika seseorang tahu benar makna
dibalik pekerjaannya, dia akan melakukan pekerjaannya dengan bangga,
dengan senang hati, dengan penuh tanggung jawab. Sebaliknya, seandainya
saja Pak Lim tidak mengerti makna pekerjaannya, dia akan mengatakan
bahwa
tugasnya hanya sebagai tukang periksa engsel.
Sekarang, coba tanyakan pada diri sendiri. Apakah anda tahu benar makna
dibalik pekerjaan Anda? Katakanlah Anda adalah seorang Staff, Kepala
Bagian, Manajer unit bisnis, Kadiv, apakah Anda tahu makna dibalik
pekerjaan anda sebagai seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer atau Kadiv
?
Ingatlah bahwa jika seorang tahu makna pekerjaannya, dia pasti akan
melakukan pekerjaan dengan rasa bangga, dan yang terpenting, dia akan
membuat pekerjaannya penuh arti, bagi dirinya, bagi keluarganya dan bagi
perusahaannya.
Regards,
Tuesday, November 13, 2007
simple
If you look at what you do not have in life, you don't have anything,
If you look at what you have in life, you have everything.
If God brings you to it, He will bring you through it.
Happy moments, praise God.
Difficult moments, seek God.
Quiet moments, worship God.
Painful moments, trust God.
Every moment, thank God.
Saturday, November 3, 2007
Heavy CROSS ( nice one )
there will always be sunshine,
after the rain ...
perhaps you may stumble, perhaps even fall,
but God's always ready, to answer your call ...
He knows every heartache, sees every tear,
a word from His lips, can calm every fear ...
your sorrows may linger, throughout the night,
but suddenly vanish, in dawn's early light ...
The Savior is waiting, somewhere above,
to give you His grace, and send you His love ...
whatever your cross, whatever your pain,
"God always sends rainbows ...
after the rain ..."
Thursday, November 1, 2007
Everything Happened For A Reason
by : Frank Slazak
Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang
ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak
memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.
Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan
51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku
warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat
lamaran ke Washington . Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya
datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan
pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.
Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat
NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan
berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu
kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot
khusus di Kennedy Space Center .
Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari
100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji
klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara
kami yang bisa melewati ujian akhir ini ? ... Tuhan, biarlah diriku yang
terpilih, begitu aku berdoa.
Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina
McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa
percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku
mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? ... Kenapa bukan aku? ...
Bagian diriku yang mana yang kurang? ... Mengapa aku diperlakukan kejam? ...
Aku berpaling pada ayahku. Katanya,"Semua terjadi karena suatu alasan."
Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat
peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku
menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa
saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?. Tujuh puluh tiga
detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua
keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.
Aku teringat kata-kata ayahku,"Semua terjadi karena suatu alasan." Aku tidak
terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena
Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi
lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.
Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk
bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.
Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara :
1. Apabila Tuhan mengatakan YA
Maka kita akan mendapatkan apa yang kita minta
2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK
Maka kita akan mendapatkan yang lebih baik
3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU
Maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan kehendak NYA
Wednesday, October 31, 2007
Thought On Contemporary Christian Music
by : Stefanus
Bagi orang-orang Kristen, saya harap anda membaca blog ini lalu memberikan tanggapan. Karena saya juga ingin bertukar pikiran mengenai hal ini.
Tahun ini saya banyak mikirin hal ini. Dulu [tepatnya dimulai 3tahun lalu] saya sangat suka sekali dengan lagu2 kristen kontemporer, namun makin kesini saya semakin mengkritisi lagu2 tersebut. Bukan hanya lirik tapi saya juga mengkritisi musik pada lagu2 kristen kontemporer. Memang kita merupakan umat pemuji, namun bagaimana harus memuji kita juga perlu dikritisi.
Blak-blakan saja, sekarang ini musik kristen terbagi menjadi dua. Hymn dan kontemporer. Hymn cenderung terkesan dengan suasana yang tidak bersemangat dan terkesan kolot. Hymn juga sangat didekatkan pada musik yang berat, notasinya cukup sulit dan kadang sulit dimengerti apalagi dinikmati, sehingga membentuk image bahwa hymn adalah lagu yang kuno [selain karena memang diciptakannya pada zaman dahulu]. Sedangkan musik kristen kontemporer cenderung terkesan dengan suasana penuh semangat. Musiknya mudah dimengerti dan dinikmati, sehingga kadang kita bisa sangat terbawa dengan lagu tersebut.
Ini adalah beberapa poin yang saya dapat dari pengamatan saya akan musik kristen kontemporer. Banyak sekali sebenarnya bila dijabarkan satu-persatu, namun untuk saat ini saya hanya ingin menjabarkan poin-poin yang menurut saya penting.
- Manja
Penilain ini saya berikan melalui pengamatan pada lirik lagu kristen kontemporer. Banyak sekali ajaran-ajaran tentang teologi kesuksesan. Dan saya jelas sangat menentang ajaran ini [saya berani berdebat untuk hal ini]. Kata-kata yang berisi teologia kesuksesan ini membentuk orang kristen menjadi orang kristen yang manja. Ini juga membuat saya sedih, kalau kita menjadi orang yang manja kapan kita bisa mandiri, apalagi menjadi teladan. Yang diajarkan lagu kristen kontemporer adalah hanya meminta tanpa ada tindakan lanjutan. Coba anda perhatikan , jarang ada lirik tentang respons terhadap firman Allah.
- Egois
Coba anda lihat kembali lirik-lirik pada lagu kristen kontemporer. Lagu-lagu kristen kontemporer banyak sekali yang menjadikan diri sendiri [aku] sebagai subjek pertama, sudah jarang sekali lagu kristen kontemporer yang menjadikan Tuhan subjek [sungguh menyedihkan], dan sudah jarang juga yang menjadikan komunitas [gereja atau lagu dengan subjek kami] sebagai subjek utama. Dari pengamatan yang saya lakukan pada buku lagu kumpulan lagu-lagu kristen kontemporer, setidaknya 70% isi dari buku tersebut adalah aku sebagai subjek utamanya. Ini dikarenakan lagu kristen kontemporer banyak dibuat berdasarkan pengalaman pribadi sang pembuat lagu. Sungguh hal yang menyedihkan jika lagu-lagu dengan subjek aku ini terlalu banyak dinyanyikan dalam sebuah komunitas gereja. Sudah jelas gereja adalah komunitas, bayangkan apa yang terjadi jika gereja terlalu banyak menggunakan lagu tersebut. Menurut saya gereja akan kehilangan maknanya sebagai sebuah komunitas, karena orang-orang didalamnya sibuk memikirkan dan menikmati diri sendiri. Jadi tidak heran jika sekarang orang kristen terpecah-pecah, lihat saja dalam satu kompleks ada berapa banyak gereja, tidak adakah keinginan untuk bersatu? Lalu apa bedanya kita dengan orang lain, coba pikir out-of-the-box bagaimana orang lain melihat kekristenan yang terpecah-pecah, apa orang Kristen sudah jadi teladan kalau seperti itu?
- Terlalu dipengaruhi oleh bisnis
Saya sungguh kecewa melihat sekarang lagu kristen merupakan sumber pencaharian uang [apakah anda setuju dengan saya?]. Lihat sendiri di toko-toko lagu kristen berapa banyak ’artis’ [saya tidak setuju dengan istilah ini] yang mengeluarkan albumnya hampir setiap tahun. Hal ini akan berpengaruh sangat buruk, bagaimana dapat menciptakan lagu yang baik jika setiap tahun dikejar dead-line untuk mengeluarkan album, bahkan kalau sudah ada kontrak [akan lebih menyedihkan, anda mengambil uang dai Tuhan]. Tidak heran jika lagu-lagu kontemporer kristen sekarang kata-katanya banyak yang mengulang, perhatikan sendiri hanya berputar-putar pada bersyukurlah, Allah yang baik, kecaplah, lihatlah, rasakan, bermazmur. Musik yang adapun tidak heran jika juga mengulang-ngulang yang sudah ada.
- Tidak Kreatif
Poin ini lebih saya tujukan pada musik dari lagu kristen kontemporer. Sekarang coba saya tanya anda, apa yang anda pikirkan ketika anda mendengar lagu kristen kontemporer? Apa yang membedakannya dengan lagu biasa? Jika anda sudah menjawab apa yang anda pikirkan, sekarang saya mau mengajak anda untuk out of the box apa yang orang lain pikirkan ketika melihat lagu-lagu orang kristen sama dengan lagu biasa. Jawaban diataslah yang saya dapat dari teman saya yang tergolong orang lain. Sungguh suatu hal yang ironis dan mungkin inilah yang harusnya menjadi tantangan musisi kristen masa kini. Yang saya lihat musik kristen kontemporer tidak mengekspresikan apa-apa melalui nada. Jika saya menutup mata mendengarkan lagu kristen dan lagu kontemporer [tanpa memperhatikan lirik] saya tidak merasakan perbedaan.
Bagi anda yang pro-hymn, jangan langsung senang karena saya juga tidak masuk dalam golongan tersebut. Saya berani berdebat kalau tidak selalu hymn menjadi lebih baik. Sampai saat ini saya masih mendengarkan lagu kristen kontemporer karena saya butuh pengalaman pribadi dengan Tuhan, namun banyak yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan lagu kristen kontemporer.
Tulisan ini bisa dibilang merupakan reaksi dari kekecewaan saya melihat perkembangan umat kristen. Doa saya adalah jangan samapi pujian itu menjadi duri dalam daging orang kristen, karena kita adalah umat pemuji.
Saya tunggu commentnya.
(thanks for reading n respons ^^, please give your comment)
Tuesday, October 30, 2007
Oxford Dictionary's Latest Definitions
Cigarette :
A pinch of tobacco rolled in paper with fire at
one end & a fool on the other.
Lecture :
An art of transferring information from the notes
of the Lecturer to the notes of the students without
passing through the minds of either
Conference :
The confusion of one man multiplied by the
number present.
Compromise :
The art of dividing a cake in such a way that
everybody believes he got the biggest piece.
Tears :
The hydraulic force by which masculine will-power
is defeated by feminine water power
Dictionary :
A place where success comes before work.
Conference Room :
A place where everybody talks, nobody listens and
everybody disagrees later on.
Classic :
A book which people praise, but do not read.
Smile :
A curve that can set a lot of things straight.
Office :
A place where you can relax after your strenuous
home life.
Yawn :
The only time some married men ever get to open
their mouth.
Etc. :
A sign to make others believe that you know more
than you actually do.
Committee :
Individuals who can do nothing individually and
sit to decide that nothing can be done together.
Experience :
The name men give to their mistakes.
Atom Bomb :
An invention to end all inventions.
Philosopher :
A fool who torments himself during life, to be spoken of
when dead.
Diplomat :
A person who tells you to go to hell in such a way that
you actually look forward to the trip.
Opportunist :
A person who starts taking bath if he accident all falls
into a river.
Optimist :
A person who while falling from Eiffel tower says in
midway "See I am not injured yet."
Miser :
A person who lives poor so that he can die rich.
Father :
A banker provided by nature.
Criminal :
A guy no different from the rest . . . . except that he
got caught.
Boss :
Someone who is early when you are late and late when you
are early.
Politician :
One who shakes your hand before elections and your
confidence after.
A person who kills your ills by pills, and kills you with
his bill
Manusia Kepiting
Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan
kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil, namun rasanya cukup
lezat. Kepiting-kepiting itu ditangkap pada malam hari, lalu dimasukkan
ke dalam baskom, tanpa diikat. Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini
akan direbus, lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari.
Yang
menarik, tentu saja kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk
keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan
capit-capitnya yang kuat. Namun, seorang penangkap kepiting yang handal
selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri.
Jurusnya
hanya satu, si penangkap tahu betul sifat para kepiting itu. Jika ada
seekor kepiting yang nyaris meloloskan diri keluar dari baskom,
teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar. Bila ada
lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan
menariknya turun. Begitu seterusnya, sampai akhirnya tak seekor
kepiting pun yang berhasil kabur dari baskom.
Keesokan harinya, sang penangkap tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.
Begitu pula dalam kehidupan ini, tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu.
Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita meraih keberhasilan, kita malahan berprasangka
buruk: jangan-jangan keberhasilan itu diraihnya dengan jalan yang tidak benar.
Apalagi
dalam bisnis atau bidang lain yang mengandung unsur kompetisi. Sifat
iri, tak mau kalah, atau munafik, akan semakin nyata dan kalau tidak
segera kita sadari, tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.
Kesuksesan
akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau
persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting
dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya.
Jika
kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bahkan bisa juga kalah
dalam suatu persaingan, namun yang pasti: kita menang dalam kehidupan
ini.
Gelagat seseorang adalah "kepiting" antara lain:
1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) dan menjadikannya sebagai acuan dalam bertindak.
2.
Hobi membicarakan kelemahan orang lain, tapi tidak mengetahui kelemahan
dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk merintangi orang lain yang akan
sukses dan melupakan usaha mensukseskan dirinya dengan cara yang
positif.
Seharusnya
kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom, namun yaah...
dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya… .
Coba
renungkan, berapa waktu yang kita pakai untuk memikirkan cara-cara
menjadi "pemenang" dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama.
Seandainya kita bisa menggunakan waktu tersebut untuk memikirkan
cara-cara pengembangan diri yang positif, niscaya kita akan berkembang
menjadi pribadi yang lebih sehat dan dewasa.
Sunday, October 28, 2007
just quote for today
then you are never free.
When you keep saying you have no time
then you will never have time.
When you keep saying that you will do it tommorow,
then your tommorow will never come.
Friday, October 26, 2007
The 10 Most Important Things
The special feeling that makes you feel all warm and wonderful.
2. Respect
Treating others as well as you would like to be treated.
3. Appreciation
To be grateful for all the good things that life has to offer.
4. Happiness
The full enjoyment of each moment.
A smiling face!
5. Forgiveness
The ability to let things be without anger.
6. Sharing
The joy of giving without thought of receiving.
7. Honesty
The quality of always telling the truth.
8. Integrity
The purity of doing what's right, no matter what.
9. Compassion
The essence of feeling another's pain, while easing their hurt.
10. PEACE
The reward for living the 10 Most Important Things.