Thursday, November 15, 2007

Makna Pekerjaan Anda...

By James Gwee

Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan mengenai sikap kerja

disebuah hotel berbintang lima di Singapura. Salah satu peserta
pelatihan

adalah Pak Lim, seorang pria berusia 60 tahunan yang bekerja di hotel

tersebut.

Bagi saya pekerjaan sehari-hari Pak Lim sangatlah monoton dan
membosankan.

Setiap hari, dengan membawa sebuah daftar, dia mengecek engsel pintu

setiap kamar hotel.

Saya akan menceritakan sedikit bagaimana tugas Pak Lim sebenarnya. Pak
Lim
memulai rangkaian tugasnya dengan mengecek engsel pintu pintu kamar 1001

dan memastikan bahwa engsel dan fungsi kunci pintu berfungsi dengan
baik.

Pengecekan yang dilakukannya bukanlah pengecekan "seadanya", namun

pengecekan yang saksama di setiap engsel dan memastikan bahwa setiap
pintu

bisa dibuka-tutup tanpa masalah.

Untuk mengecek satu pintu saja, Pak Lim berulang kali membukan dan
menutup

pintu tersebut hanya untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan

baik. Barulah setelah puas, dia memberi paraf pada daftar yang dibawanya

dan mengecek pintu kamar berikutnya, kamar 1002, dia melakukan hal yang

sama, begitu seterusnya. Dalam sehari, Pak Lim bisa mengecek pintu 30

kamar.

Anda tentu bertanya, berapa hari waktu yang dibutuhkan Pak Lim untuk

mengecek pintu semua kamar di hotel itu. kurang lebih sebulan ! Tidak

mengejutkan sebenarnya karena hotel berbintang lima ini memiliki sekitar

600 kamar.

Tugas pengecekan Pak Lim dapat diibaratkan sebagai lingkaran. Setelah

pintu kamar terakhir selesai dicek, Pak Lim akan kembali lagi kekamar

pertama, kamar 1001. Rangkaian tugas ini terus berjalan seperti itu,
dari

hari ke hari, bulan ke bulan, tahun demi tahun.

Pekerjaan semacam ini jelas merupakan pekerjaan monoton, tanpa variasi
dan

membosankan! saya sendiri tidak habis pikir, bagaimana mungkin Pak Lim

masih bisa cermat dan teliti mengecek setiap engsel pintu dalam
menjalani

tugas yang membosankan ini. saya membayangkan, seandainya saya sendiri

yang diminta melakukan hal semacam ini, mungkin saya akan memeriksa
setiap
engsel sekedarnya saja.

Karena sangat penasaran, suatu hari saya bertanya kepada Pak Lim apa

yang sebenarnya membuatnya begitu tekun menjalani pekerjaan

rutin itu. Jawabannya sungguh diluar dugaan saya.

Dia mengatakan," James, dari pertanyaan Anda, saya bisa menyimpulkan

bahwa Anda tidak mengerti pekerjaan saya. Pekerjaan saya bukan sekedar

memeriksa engsel, tetapi lebih dari itu. Begini. Tamu-tamu kami di hotel

berbintang lima ini jelas bukan orang sembarangan. Mereka biasanya
adalah

Kepala Keluarga, CEO sebuah perusahaan, Direktur atau Manajer Senior.
Dan

saya tahu mereka semua jelas bertanggung jawab atas kehidupan keluarga

mereka, dan juga banyak karyawan dibawahnya yang jumlahnya mungkin 20

orang, 100 atau bahkan ribuan orang.

"Nah, kalau sesuatu yang buruk terjadi di hotel ini, misalnya saja

kebakaran dan pintu tidak bisa dibuka karena engselnya rusak, mereka
bisa

meninggal didalam kamar. akibatnya bisa Anda bayangkan, pasti sangat

mengerikan, bukan hanya untuk reputasi hotel ini, tetapi juga bagi

keluarga mereka, karyawan yang berada dibawah tanggungan mereka.

Keluarga mereka akan kehilangan sosok Kepala Keluarga yang menafkahi

mereka dan karyawan mereka akan kehilangan sorang pimpinan senior yang

bisa jadi mengganggu kelancaran perusahaan. Sekarang Anda mungkin dapat

mengerti bahwa tugas saya bukan sekedar memeriksa engsel, tapi

menyelamatkan Kepala Keluarga dan Pimpinan unit bisnis sebuah
perusahaan.

Jadi, jangan meremehkan tugas saya."

Saya benar-benar terperangah mendengar penjelasan panjang lebar Pak

Lim. Dari situlah saya mengerti bahwa jika seseorang tahu benar makna

dibalik pekerjaannya, dia akan melakukan pekerjaannya dengan bangga,

dengan senang hati, dengan penuh tanggung jawab. Sebaliknya, seandainya

saja Pak Lim tidak mengerti makna pekerjaannya, dia akan mengatakan
bahwa

tugasnya hanya sebagai tukang periksa engsel.

Sekarang, coba tanyakan pada diri sendiri. Apakah anda tahu benar makna

dibalik pekerjaan Anda? Katakanlah Anda adalah seorang Staff, Kepala

Bagian, Manajer unit bisnis, Kadiv, apakah Anda tahu makna dibalik

pekerjaan anda sebagai seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer atau Kadiv
?

Ingatlah bahwa jika seorang tahu makna pekerjaannya, dia pasti akan

melakukan pekerjaan dengan rasa bangga, dan yang terpenting, dia akan

membuat pekerjaannya penuh arti, bagi dirinya, bagi keluarganya dan bagi

perusahaannya.

Regards,

JAMES GWEE

No comments: