MULUT
Dukung dia melalui ucapan yang positif, membangun 'n bisa membangkitkan semangatnya. Bukan ngomongin hal yang enggak-enggak, menyindir, kritikan yang menjatuhkan bahkan menggosip di belakangnya. Idiih..enggak banget deh!
("Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang." Amsal 16:24.)
TELINGA
Tuhan menciptakan 2 telinga dan hanya 1 mulut itu artinya kita harus banyak mendengar daripada berbicara. Sediakan telinga buat sohib kita untuk mendengar keluhan, uneg-uneg, atau juga cerita gembiranya. Dengarkan ceritanya dengan utuh dan jangan memotongnya. Saat dia didengarkan maka dia akan merasa dihargai dan disayangi. Bukankah kita juga merasakan hal yang sama?
("Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya" Amsal 18:13.)
MATA
Lihatlah hal-hal positif dirinya. Kebaikannya, ketulusannya, kerajinannya, dsb sehingga kita akan merasa beruntung banget punya sohib seperti dia. Sebaliknya kalo kita melihat hal yang negatif melulu, selamanya kita gak bakal punya seorang sahabat.
("Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni." Lukas 6 : 37.)
TANGAN
Jangan malas untuk membantu! Kita harus saling menolong saat yang lain sedang dalam kesulitan. Jadi ringan tanganlah untuk ikut menopang sohib semampu kita. Sebagai sahabat yang baik, Yesus bersedia mengulurkan tangan-Nya untuk menolong.
("Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." Galatia 6 : 2.)
KAKI
Melangkahlah di jalan yang benar. Dan ajaklah sohib kita untuk melangkah di jalan yang sama dengan melihat teladan kita. Saat sohib kita berada di jalan yang salah, jangan malas untuk menegur hanya karena takut sohib jadi membenci kita. Karena justru itulah kasih yang sebenarnya.
("Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah." Amsal 27 : 6.)
PIKIRAN
Dalam persahabatan, ada gesekan itu adalah hal yang wajar. Tapi kita harus belajar untuk memanfaatkan, kemudian melupakannya dari pikiran kita. Sebaliknya saat sohib melakukan hal yang baik untuk kita, ukirlah itu dalam benak kita sehingga kita akan selalu ingat bahwa kita punya sohib yang baik.
("Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." Lukas 17 : 4.)
PERASAAN
Always put your self in other's shoes. If you feel that it hurt you, it probably hurts the person too. So, kembalikan semuanya pada diri kita sendiri. Lakukan hal yang kita ingin agar sohib lakukan untuk kita. Jaga perasaan sohib seperti menjaga perasaan kita sendiri.
("...kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Matius 22 : 39.)
HATI
Kasihilah sohib dengan tulus, tanpa motivasi tertentu. Jalinlah persahabatan bukan karena kita ingin mendapatkan sesuatu dari dirinya, tetapi karena kita ingin membagi apa yang kita punya kepadanya.
("Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran." Amsal 17 : 17.)
No comments:
Post a Comment