MENGEVALUASI SETIAP PERKATAAN YANG KELUAR DARI MULUT KITA PADA HARI ITU
Suatu kali saya melihat salah satu teman saya tidak hadir di ibadah dan
saya meminta teman saya lain untuk menjenguknya dengan pesan mungkin ada
hal yang perlu ditolong.
Beberapa hari kemudian teman yang dikunjungi itu menelepon saya dan
berkata bahwa saya memberi pesan, ia butuh dibesuk karena dalam keadaan
stress, sehingga dia merasa malu dan merasa dibicarakan dibelakang.
Saya menjadi terheran-heran dengan perkembangan berita tersebut.
Sangatlah sulit untuk saya menjelaskan kebenaran pesan saya pada awalnya.
Bila seseorang mendengar hal yang negatif terlebih dahulu maka ia akan
sangat sulit untuk mendengar penjelasan positif.
Itulah salah satu masalah besar dalam kehidupan keseharian wanita.
Banyak hubungan dengan sesama, hubungan dalam pernikahan, hubungan dalam
keluarga rusak karena kata-kata (yang negatif) dan sebagian besar datang
dari kalangan wanita yang tidak menjaga mulut dan hatinya.
Pernakah kita mengambil waktu paling tidak 10 menit setiap harinya untuk
mengevaluasi setiap perkataan yang keluar dari mulut kita pada hati itu?
Bagaimana kita berbicara pada orang lain menentukan seberapa bijak kita
sebagai wanita.
Alkitab berkata mati dan hidup ditentukan oleh lidah (Amsal 18:21).
Seorang wanita bijak tentu akan senantiasa mengalirkan kehidupan bagi
orang lain.
Kehidupan sehari-hari dan pernikahanya akan diperkuat melalui kata-kata
yang mendatangkan kasih karunia untuk suami, anak, keluarga lain atau
orang lain.
Anak-anaknya akan tumbuh benar melalui ucapannya yang mengeluarkan
kata-kata yang positif.
Orang lain akan diperkaya ketika ia mambangun mereka dengan benar, setiap
kata-kata yang inspiratif. Wanita bijak adalah wanita yang berhasil
menguasai lidahnya.
Mengapa banyak wanita tidak berhasil dalam mengekang lidahnya?
Hal ini disebabkan karena :
* Hati yang terluka (Amsal (4:23)
Apa yang keluar dari mulut itu datang dari hati.
Ketika seorang wanita terluka oleh penolakan, perkataan orang lain,
keadaan sulit dan lain-lain, ia cenderung akan melukai orang lain dengan
kata-kata.
Ketika ia tidak senang dengan orang lain ia tidak mampu menguasai lidahnya
dan dengan mudah ia memberi komentar yang dapat juga membuat orang lain
diserang.
* Hati yang tidak terisi oleh firman Tuhan setiap hari (Mazmur 119:11)
* Tidak ada kesadaran bahwa ia bertanggung jawab atas setiap perkataan
yang diucapkan (Matius 12:36)
* Tidak ada kepekaan terhadap keadaan (perasaan) orang lain.
* Ia hidup dikuasai oleh emosi dan perasaanya
Sebagai wanita yang memiliki perasaan yang kuat, kita harus hati-hati
tidak dikuasai oleh perasaan yang negatif.
Wanita dapat berdosa ketika kesal, mulutnya dapat menebarkan kata-kata
yang menyerang dan menceritakan keburukan orang lain bahkan menghakimi
wanita lain.
Apa yang harus dilakukan?
Bagaimana kita menjaga mulut dan hati kita dalam hidup sehari-hari?
* Jika anda sedang kesal/bergolak perasaanya, belajarlah menahan mulut dan
jangan memberi komentar.
Ingat setiap perkataan yang sia-sia harus dipertanggung jawabkan.
Ambil waktu untuk meredakan hati yang kesal.
Pakailah senjata pujian, minta pada Tuhan untuk angkat semua beban
kekesalan (Mazmur 19:14)
* Akui jika hati kita terluka dan butuh didoakan dan dinasehati, jujurlah
terhadap diri sendiri jika anda mendengar ada orang lain mengeluh tentang
kata-kata kita yang kasar, sembrono atau menyakitkan.
* Hindari pembelaan diri dengan berkata bahwa aku memang orangnya
blak-blakan, aku orang yang memang apa adanya/to the point dan sebagainya.
Jika kita berkata demikian berarti kita berhenti tumbuh menjadi serupa
dengan Kristus.
Kita dapat bijak dalam perkataan.
Beranilah berubah dan Tuhan akan memberikan kita anugerah untuk itu.
* Serahkanlah kejengkelan, kekesalan kepahitan kita pada Tuhan dan bukan
pada orang lain untuk menyelesaikan masalah kita.
Bawalah hati kita untuk dikuduskan oleh Tuhan dan lidahmu kepada Tuhan
setiap hari seperti pemazmur berkata Mudah-mudahan Engkau berkenan akan
ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku
(Mazmur 19:15)
* Bacalah alkitab setiap hari, supaya hari kita dapat peka pada suara Roh
Kudus.
Kepekaan tanpa membangun dapat membawa kita pada penghakiman.
Artinya kita dapat menyampaikan suara Tuhan tentang kesalahan orang lain,
tetapi jika kata-kata kita tidak membangun kita dapat jatuh dalam
penghakiman (Kolose 4:6)
* Terakhir, beranilah minta maaf untuk setiap kesalahan, inilah proses
pembelajaran yang indah dan bijak (Yakobus 3:2)
No comments:
Post a Comment